Sabtu, 16 Februari 2013

Penyebab Anemia

 
Anemia disebabkan karena jumlah hemoglobin darah. Hemoglobin adalah protein yang mengangkut oksigen dalam darah ke jaringan yang berbeda.

Mekanisme utama untuk tiga anemia

Ada tiga mekanisme utama yang menghasilkan anemia. Ini termasuk-
  • Kehilangan darah yang berlebihan
  • Penurunan produksi sel
  • Penghancuran berlebihan sel

Penyebab anemia

Penyebab dapat bervariasi dalam masing-masing mekanisme ini. (1-7)

Anemia karena kehilangan darah yang berlebihan

Pendarahan karena operasi atau cedera ketika di kelebihan dapat mengakibatkan anemia.
Masalah dengan kemampuan pembekuan darah seperti pada pasien dengan hemofilia juga dapat menyebabkan pendarahan yang berlebihan dan menyebabkan anemia.
Lebih lanjut yang lambat dan kehilangan darah jangka panjang seperti dalam usus pendarahan dari penyakit inflamasi usus (IBD) atau kanker usus juga dapat menyebabkan anemia.
Dalam banyak kasus pendarahan dari perut ulkus mungkin menyebabkan untuk besi kekurangan anemia.
Radang perut yang belled dapat disebabkan oleh penghilang rasa sakit yang disebut obat anti Nonsteroidal (NSAID) seperti Aspirin, Ibuprofen dll.
Pada wanita berat menstruasi dapat menjadi penyebab untuk kehilangan darah dan anemia. Kehilangan darah yang berlebihan menyebabkan besi kekurangan anemia.

Penurunan produksi sel

Hal ini mungkin terjadi di aplastic anemia. Ini adalah suatu kondisi di mana tulang sumsum tidak mampu membuat sel cukup. Ini bisa disebabkan oleh infeksi virus, atau paparan bahan kimia beracun, radiasi, atau obat-obatan (seperti antibiotik, obat-obatan antiseizure atau perawatan kanker).
Apstic anemia dapat disebabkan oleh beberapa masa kanak-kanak kanker seperti leukemia serta beberapa penyakit kronis yang mempengaruhi kemampuan sumsum tulang untuk membuat sel darah.
Anemia dapat sering terjadi di bayi. Sebelum kelahiran bayi disediakan dengan tingkat oksigen dari hemoglobin ibu dan sel melalui plasenta yang menghubungkan bayi dengan ibu yang tinggi.
Setelah anak lahir tingkat hemoglobin biasanya turun ke titik yang rendah di sekitar 2 bulan usia. Ini disebut anemia fisiologis dari masa kanak-kanak. Ini biasanya memperbaiki dengan sendirinya tanpa perawatan sebagai tubuh bayi segera mulai membuat sel sendiri.
Kekurangan dari besi dalam diet menyebabkan penurunan produksi RBC. Anemia besi-kekurangan ini adalah penyebab paling umum anemia.
Besi penting untuk produksi hemoglobin. Besi kekurangan anemia dapat disebabkan karena asupan makanan miskin besi atau berlebihan hilangnya besi dari tubuh. Gadis-gadis pada masa pubertas yang baru saja mulai memiliki periode menstruasi berada pada risiko berlebihan darah kerugian dan besi kekurangan anemia.

Penghancuran berlebihan sel

Kelompok ini kondisi disebut hemolisis anemias. Anemia hemolitik terjadi ketika sel menghancurkan prematur.
Biasanya RBC tinggal 120 hari. Seperti durasi yang lebih pendek sumsum tulang menjadi tidak mampu menjaga dengan kebutuhan tubuh, ini mengarah ke anemia.
Hemolitik anemias mungkin dapat diwariskan, misalnya karena talasemia, kekurangan glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD) dan anemia sel sabit.
Anemia sel sabit adalah bentuk parah anemia yang paling umumnya ditemukan di orang keturunan Afrika.
Sekitar 1 dari setiap anak Afrika-Amerika 625 lahir dengan bentuk anemia. Ini bentuk hemoglobin panjang batang ketika itu menyerah dengan oksigen dan membuat sel sabit dalam bentuk. Ini mengarah ke kehancuran prematur sel, kronis rendah tingkat hemoglobin dan anemia.
Talasemia biasanya mempengaruhi orang keturunan Mediterania, Afrika, dan Asia Tenggara. Hemoglobin inilah abnormal mengakibatkan sel abnormal dan pendek. Menghancurkan sel menyebabkan peningkatan endapan besi di kulit dan organ-organ vital.
Kekurangan glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD) juga mempengaruhi laki-laki dari warisan Afrika.
Dalam hal ini sel yang baik tidak membuat cukup enzim G6PD atau enzim yang dihasilkan adalah normal dan disfungsional. Stres atau obat-obatan tertentu dapat menyebabkan kehancuran besar-besaran dari sel pada orang dengan kekurangan ini.

Kondisi tertentu menyebabkan peningkatan risiko anemia

Ini termasuk kehamilan di mana ada permintaan yang meningkat untuk sel dan besi. Orang-orang dengan gagal ginjal kronis, rhematroid artritis, kelainan peradangan juga mengembangkan besi kekurangan anemia.
Kondisi lain seperti Oesofagitis, radang perut, schistosomiasis (infeksi yang disebabkan oleh parasit) atau infeksi parasit lainnya seperti infeksi cacing tambang, donasi darah dan beberapa jenis kanker dapat mengakibatkan anemia.
Penderita diabetes biasanya terpengaruh dengan penyakit ginjal. Ginjal rusak mungkin tidak menghasilkan cukup eritropoietin (EPO), hormon yang mengatur produksi sel darah merah. Hal ini dapat mengakibatkan anemia.
Malabsorption terjadi ketika tubuh tidak dapat menyerap nutrisi seperti besi, vitamin B12 dan folates diperlukan untuk kesehatan hemoglobin dan pembentukan RBC. Malabsorption dapat dilihat dalam penyakit coeliac atau setelah operasi pengangkatan bagian dari perut atau usus.

Kekurangan vitamin

Kekurangan vitamin B12 dan kekurangan folat dapat hasil dari kekurangan makanan juga dalam kondisi autoimun tertentu.
Karena pernicious anemia adalah penyebab paling umum kekurangan vitamin B12 di Inggris.
Karena pernicious anemia adalah kondisi autoimun. Ini berarti sistem imun menyerang sel-sel tubuh sendiri.
Biasanya Vitamin B12 diserap menggunakan protein yang disebut intrinsic faktor yang melekat pada diet vitamin B12 dan memungkinkan untuk diserap dari perut.
Karena pernicious anemia menuju kepada kebinasaan faktor intrinsic ini oleh sistem kekebalan tubuh. Kekurangan vitamin B12 dan folat terlihat umum pada wanita hamil dan pada orang tua.

Ginjal Bocor


Ginjal bocor dalam dunia medis disebut dengan sindrom nefrotik yang berarti terjadinya penimbunan dari gejala-gejala rusaknya ginjal yang menyangkut dalam organ ginjal, sehingga ginjal tidak mampu bekerja secara optimal. Ginjal bocor bukan berarti ginjal yang terdapat lubang sehingga mengakibatkan ginjal bocor.
Penyakit ginjal bocor ini paling sering ditemui pada anak-anak atau balita yang mengalami kelainan pada fungsi organ ginjal. Ginjal bocor dapat digambarkan sebagai keluarnya protein (albumin) dari dalam tubuh melalui air kemih atau urine.

Skema tubuh apabila terjadi ginjal bocor

Albumin atau protein itu sendiri memiliki sifat sebagai penahan cairan agar tidak keluar melalui pembuluh darah dan hanya dikeluarkan melalui urine. Apabila tubuh kekurangan albumin atau protein, maka cairan akan dengan mudah merembes dan keluar melalui pembuluh darah, akibat atau efek yang terjadi tubuh akan mengalami pembengkakan yakni terjadi pada wajah, mata dan kaki.
Gejala utama yang terjadi ginjal yang bocor adalah keluarnya protein melalui urine, tubuh yang kekurangan kadar albumin atau protein normal, tubuh menjadi bengkak dan meningkatkan kadar kolesterol.
Penyebab dari ginjal bocor jika dilihat dari segi medis, yakni adanya perubahan pada lapisan atau membran yang menyimpan albumin atau protein sebagai penyaring darah, berubah karena suatu sebab.
Selain itu, adanya infeksi yang terjadi pada organ ginjal yang terlambat diketahui sehingga infeksi yang terjadi lebih parah atau semakin buruk. Infeksi yang terjadi pada ginjal yang merupakan penyebab dari ginjal bocor ini juga dapat terjadi pada wanita yang sedang dalam masa kehamilan, bahkan yang paling fatal dapat menyebabkan keguguran.
Hal tersebut dapat terjadi, dikarenakan oleh setiap wanita yang sendag dalam masa kehamilan membutuhkan nutrisi dan protein, kedua sumber tersebut menjadi sangat penting dan dibutuhkan dalam jumalh yang banyak, namun apabila kebutuhan nutrisi dan protein berkurang, maka secara otomatis asupan nutrisi ke janin berkurang dan resiko terjadinya keguguran semakin besar.

Penyakit ginjal bocor umumnya paling sering melanda pada mereka yang masih berusia anak-anak atau balita yang baru lahir yang dikarenakan adanya kelaninan yang dibawa sejak lahir.  Gejala ginjal bocor ini sebagian besar kasus terjadi pada anak ketika usia 3-4 tahun. Sebagian besar anak-anak ini menderita bentuk sindrom nefrotik yang disebut minimal change disease, penyakit dengan perubahan minimal.
Penyakit ginjal bocor (sydrome nefrotik) berkaitan dengan kerja organ ginjal dalam hal ini saringan ginjal, bukan terdapat lubang pada ginjal sebagai penyebab kebocoran. Kebocoran disini diistilahkan dengan keluarnya protein (albumin) dari dalam tubuh melalui air kencing (urine).
Gejala utama sindrom nefrotik atau ginjal bocor ini ada empat yaitu keluarnya protein melalui urin, kekurangan kadar albumin, tubuh bengkak, dan meningkatnya kadar kolesterol.
Dalam keadaan normal, ginjal bekerja sebagai penyaring, sehingga protein tidak bisa keluar dari tubuh. Jika tubuh banyak mengeluarkan protein, otomatis kadar protein dalam tubuh pun menurun.
Sifat albumin adalah menahan agar cairan tidak keluar dari pembuluh darah. Ketika tubuh kekurangan albumin, cairan mudah merembes keluar dari pembuluh darah, menyebabkan tubuh membengkak. Jika sudah demikian, tubuh akan melakukan penyesuaian karena kekurangan albumin. Salah satunya dengan memecah lemak dari seluruh tubuh, sehingga membuat kadar kolesterol naik.

Sindrom nefortik atau yang lebih dikenal dengan penyakit ginjal bocor sebenarnya bukanlah termasuk salah satu penyakit namun ditandai hanya sebagai sindrom pembawa penyakit gangguan ginjal yang memang tentunya mengganggu fungsi organ ginjal yang bekerja semakin lambat. Sindrom ginjal ini merupakan suatu kumpulan gejala atau tanda dari penyakit  yang mempengaruhi fungsi penyaringan glomerulus ginjal. Sindrom ginjal bocor diakibatkan oleh 2 penyebab. Penyebab primer berupa fakor imunologi dan penyebab sekunder yakni terjadi akibat dari diabetes, malaria atau karena pengaruh obat-obatan.

Struktur ginjal bocor

Gejala dari penyakit ginjal bocor umumnya memiliki gejala yang sama dengan penyakit ginjal lainnya, banyaknya protein yang keluar bersama urine yang membuat protein dalam darah berkurang yang juga dapat mengakibatkan perut tubuh akan mulai mengalami pembengkakan, seperti orang yang busung lapar, perut tampak seperti buncit atau gendut dengan kondisi yang tidak normal karena ginjal mengalami pembengkakan.
Bentuk kebocoran kalium ginjal yang jarang ini, ditandai oleh hipokalemia, tekanan darah normal, ketidakpekaan pembuluh darah terhadap agen pressor dan kenaikan kadar renin serta aldosteron plasma. Pada keluarga tertentu, gangguan dapat diwariskan sebagai ciri autosom resesif.
Suatu kelainan ginjal akibat penyakit tertentu seperti diabetes mellitus yang sudah ada sejak lama sebelumnya. Ditandai oleh kebocoran protein yang terdeteksi pada urinenya serta penurunan fungsi ginjal. Kebocoran protein perlu dihambat/ditekan seminimal mungkin untuk melindungi ginjal dari kerusakan-kerusakan yang lebih jauh. Selain itu juga terdapat hipertensi, peninggian kadar kolesterol/dislipidermia dan anemia karena ginjal (renal anemia).

Penyebab Mimisan atau Hidung Berdarah

Banyak yang bisa menyebabkan terjadinya mimisan pendarahan hidung. Mimisan adalah pendarahan yang terjadi pada hidung, darah keluar dari bagian nosetril dibagian tengah hidung yang keluar ke bagian depan melalui lubang hidung.
Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini antara lain:
Pilek atau alergi
Pada waktu anak terjangiti pilek atau alergi maka terdapat lapisan hidung yang mengalami pembengkakan dan iritasi. Kondisi ini akan menyebabkan rasa gatal dan jika tergores bisa mengakibatkan pendarahan. Hal ini diperparah pada saat anak bernafas atau bersin yang terlalu kuat.

Penyebab mimisan
Penyebab mimisan

Trauma
Yang dimaksud trauma disini adalah melakukan kegiatan mengorek hidung, memasukkan benda asing ke lubang hidung, atau menerima pukulan keras. Penyebab lain bernafas yang terlalu kuat juga digolongkan dengan trauma.
Faktor lingkungan yakni cuaca yang terlalu kering
Kelembaban udara yang rendah yang biasanya terjadi di musim kemarau bisa menyebabkan bagian sektrum mengering. Pada saat kondisi ini dialami anak anak iritasi akan terjadi dan terjadilah pendarahan.
Pembekuan darah yang tidak normal
Pembekuan darah yang tidak normal dapat terjadi akibat faktor genetik. Dokter tentu saja akan melihat riwayat medis lengkap untuk menentukan pendarahan hidung yang disebabkan oleh penyebab ini. Konsumsi aspirin dan ibuprofin yang berlebihan juga bisa menyebabkan terjadinya hal ini.
Apakah mimisan itu berbahaya?
Pada umumnya anak akan mengalami mimisan sekali dalam perjalanan usai prasekolahnya. Pendarahan yang terjadi ini tidaklah berbahaya akan tetapi pengalaman pertama mimisan bisa menimbulkan efek trauma disebabkan melihat darah segar keluar dari hidung.
Jika anak sering mengalami pendarahan maka peristiwa ini perlulah diwaspadai. Pemeriksaan oleh dokter akan dapat memutuskan apakah penyebab dari pendarahan ini. Pendarahan yang sering dialami bisa jadi indikasi adanya tumor ataupun pembekuan darah yang tidak normal.
Pertolongan pertama pada anak yang mimisan
Berikut merupakan langkah-langkah untuk menolong anak yang sedang mengalami mimisan.
  1. Usahakan anak tetap merasa tenang, keadaan panik akan bisa memperparah keluarnya darah dari hidung.
  2. Angkat kepala lebih tinggi dari jantung. Posisi duduk adalah posisi yang terbaik.
  3. Bersihkan hdiung dari darah. Jika anak yang mengalami hal ini umurnya agak besar maka Anda bisa menyuruhnya untuk membersihkan sendiri.
  4. Jepitkan tangan Anda ke bagian bawah hidung hingga anak merasa tak nyaman, selanjutnya tekan permukaan kulit hidung dengan jari hingga menyentuh kulit wajah.
  5. Tahan posisi ini selama lima menit, jika setelah periode ini darah masih keluar maka ulangi angkah ini dari awal.
Jika pendarahan masih berlangsung terus maka bawalah anak ke rumah sakit.

Kanker Usus Gejala Dan Pencegahannya

 
 Sakit perut. Itulah keluhan yang kerap dirasakan Prasetyo (nama Samaran), 45 tahun, selama tiga tahun sebelum akhirnya divonis menderita kanker kolorektal (usus besar). Awalnya, dia dinyatakan dokter menderita radang usus, sehingga hanya diberi obat antiradang, penghilang rasa sakit, dan antibiotik. Namun, obat-obatan itu tak pernah mampu menghilangkan keluhannya secara tuntas. Alhasil, sakit perut itu berulang, dan selalu berulang. Sampai suatu ketika, ia merasakan sakit yang hebat di perutnya. Prasetyo pun kembali ke dokter. Kali ini, dokter mengatakan, ada perlengketan di usus besarnya sehingga harus dilakukan pembedahan. Sebagian usus besarnya pun dipotong. Selesai masalah? Ternyata tidak. Prasetyo yang perokok berat ini masih sering merasakan sakit di perut. Tubuhnya pun makin kurus, dan kerap mengalami diare. Penyebab dari sakit perut itu akhirnya diketahui lewat pemeriksaan di sebuah rumah sakit besar di Bandung. Kanker dipastikan telah bersarang di usus besar Prasetyo, dan telah mencapai stadium IV. Empat bulan setelah mendengar vonis ini, Prasetyo berpulang untuk selama-lamanya. Kanker usus besar adalah salah satu jenis kanker yang cukup sering ditemui, utamanya pada pria dan wanita berusia 50 tahun atau lebih. Pada pria, kanker usus besar menempati urutan ketiga sebagai kanker tersering yang ditemui setelah kanker prostat dan paru-paru. Sementara pada wanita, kanker ini pun menempati urutan ketiga setelah kanker payudara dan paru-paru. ”Dari berbagai laporan, di Indonesia terdapat kenaikan jumlah kasus (kanker usus besar), meskipun belum ada data yang pasti. Data di Departemen Kesehatan didapati angka 1,8 per 100 ribu penduduk,” tutur dokter Adil S Pasaribu, SpB KBD, spesialis bedah dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta. Kanker usus besar adalah tumbuhnya sel kanker yang ganas di dalam permukaan usus besar atau rektum. Kebanyakan kanker usus besar berawal dari pertumbuhan sel yang tidak ganas atau adenoma, yang dalam stadium awal membentuk polip (sel yang tumbuh sangat cepat). Pada stadium awal, adenoma dapat diangkat dengan mudah. Hanya saja pada stadium awal ini, seringkali adenoma tidak menampakkan gejala apapun, sehingga tidak terdeteksi dalam waktu yang relatif lama. Padahal, adenoma yang awalnya tak menimbulkan keluhan apapun ini, pada suatu saat bisa berkembang menjadi kanker yang menggerogoti semua bagian dari usus besar. Gejala awal yang tidak khas ini membuat banyak penderita kanker usus besar datang ke rumah sakit ketika perjalanan penyakit sudah demikian lanjut. Upaya pengobatan pun menjadi sulit. Padahal, seperti dikatakan Ketua Perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam Indonesia, dokter Aru Sudoyo SpPD KHOM, kunci utama keberhasilan penanganan kanker usus besar adalah ditemukannya kanker dalam stadium dini, sehingga terapi dapat dilaksanakan secara bedah kuratif. Sayangnya, hal seperti ini sangat jarang. Yang kerap terjadi adalah kasus seperti dialami Prasetyo, yakni kanker ditemukan pada stadium lanjut, sehingga harapan penderita untuk bertahan hidup menjadi sangat kecil. Jika kanker usus besar ditemukan pada stadium I, peluang penderita untuk hidup hingga lima tahun mencapai 85-95 persen. Sementara bila ditemukan pada stadium II, peluang itu mencapai 60-80 persen, pada stadium III sekitar 30-60 persen, dan stadium IV sekitar 25 persen. ”Ini artinya, bila ada 100 penderita kanker usus besar stadium IV, maka yang masih hidup sampai lima tahun hanya lima orang,” ucap Aru. Deteksi dini Untuk menghindari kemungkinan terburuk, seperti dialami Prasetyo, deteksi dini merupakan hal yang sangat penting. ”Deteksi dini atau skrining terhadap kanker ini, dapat menyelamatkan hidup,” tegas Adil. Dengan deteksi dini dapat ditemukan adanya polip prakanker, yaitu suatu pertumbuan abnormal pada usus besar atau rektum yang dapat segera dibuang sebelum berubah menjadi kanker. ”Jika semua orang yang berumur 50 tahun atau lebih melakukan skrining secara teratur, maka sebanyak 60 persen kematian akibat kanker kolorektal dapat dihindari,” tuturnya. Deteksi dini adalah investigasi pada individu asimtomatik (tanpa gejala) yang bertujuan untuk mendeteksi adanya penyakit pada stadium dini sehingga dapat dilakukan terapi kuratif. Secara umum, urai Adil, deteksi dini dapat dilakukan pada dua kelompok, yaitu populasi umum dan kelompok risiko tinggi. Deteksi dini pada kelompok populasi umum dilakukan kepada individu yang berusia di atas 40 tahun. Sedangkan mereka yang tergolong kelompok berisiko tinggi, antara lain adalah mereka yang pernah menjalani polipektomi untuk adenoma di usus besar, dan orang-orang yang berasal dari keluarga dengan riwayat penyakit ini. Terkait dengan riwayat keluarga, Anda tak perlu khawatir berlebihan jika berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kanker usus besar. Menurut Adil, faktor genetik memang bisa menjadi penyebab munculnya penyakit ini, tapi faktor tersebut bisa dipersempit. Caranya, ubahlah pola makan Anda dan lakukan deteksi dini. Penyebab dan gejala Sejauh ini, penyebab kanker usus besar memang belum diketahui secara pasti. Hanya saja, ada beberapa hal yang diduga kuat berpotensi memunculkan penyakit ganas ini, yaitu: cara diet yang salah (terlalu banyak mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan protein, serta rendah serat), obesitas (kegemukan), pernah terkena kanker usus besar, berasal dari keluarga yang memiliki riwayat kanker usus besar, pernah memiliki polip di usus, umur (risiko meningkat pada usia di atas 50 tahun), jarang melakukan aktivitas fisik, sering terpapar bahan pengawet makanan maupun pewarna yang bukan untuk makanan, dan merokok. Dalam buku Panduan Pengelolaan Adenokarsinoma Kolorektal disebutkan bahwa meskipun penelitian awal tidak menunjukkan hubungan merokok dengan kejadian kanker usus besar, namun penelitian terbaru menunjukkan, perokok jangka lama (30-40 tahun) mempunyai risiko berkisar 1,5-3 kali. Diperkirakan, satu dari lima kasus kanker usus besar di Amerika Serikat bisa diatributkan kepada perokok. Penelitian kohort dan kasus-kontrol dengan desain yang baik menunjukkan, merokok berhubungan dengan kenaikan risiko terbentuknya adenoma dan juga kenaikan risiko perubahan adenoma menjadi kanker usus besar. ”Karena itu untuk mencegah kejadian kejadian kanker usus besar dianjurkan untuk tidak merokok,” kata Aru. Mengenai gejala kanker usus besar, Aru menyebut beberapa hal yang kerap dikeluhkan para penderita, yaitu: Perdarahan pada usus besar yang ditandai dengan ditemukannya darah pada feses saat buang air besar. Perubahan pada fungsi usus (diare atau sembelit) tanpa sebab yang jelas, lebih dari enam minggu. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas Rasa sakit di perut atau bagian belakang. Perut masih terasa penuh meskipun sudah buang air besar.Rasa lelah yang terus-menerus Kadang-kadang kanker dapat menjadi penghalang dalam usus besar yang tampak pada beberapa gejala seperti sembelit, rasa sakit, dan rasa kembung di perut. Untuk menangani kanker usus besar, menurut Aru, terapi bedah merupakan cara yang paling efektif, utamanya bila dilakukan pada penyakit yang masih terlokalisir. Namun, bila sudah terjadi metastasis (penyebaran), penanganan menjadi lebih sulit. Tetapi, dengan berkembangnya kemoterapi dan radioterapi pada saat ini, memungkinkan penderita stadium lanjut atau pada kasus kekambuhan untuk menjalani terapi adjuvan. Terapi adjuvan adalah kemoterapi yang diberikan setelah tindakan operasi pada pasien kanker stadium III guna membunuh sisa-sisa sel kanker. Saat ini, terapi adjuvan bisa dilakukan tanpa suntik (infus), melainkan dengan oral/tablet (Capacitabine). Ketersediaan capacitabine tablet memungkinkan pasien untuk menjalani kemoterapi di rumah yang tentu saja efektivitasnya lebih baik. ”Capacitabine juga merupakan kemoterapi oral yang aman dan bekerja sampai ke sel kanker,” kata Aru yang juga menjabat sebagai ketua Komisi Terapi Adjuvan, Kelompok Kerja Adenokarsinoma Kolorektal Indonesia. Jurus Menangkal Kanker Usus Besar Mencegah jauh lebih baik ketimbang mengobati. Hal itu juga berlaku pada kanker usus besar. Agar tak sampai terjamah penyakit mematikan ini, lakukan upaya pencegahan. Simak tips pencegahan dari dokter Adil S Pasaribu SpB KBD berikut ini: Hindari makanan tinggi lemak, protein, kalori, serta daging merah. Jangan lupakan konsumsi kalsium dan asam folat.Setelah menjalani polipektomi adenoma disarankan pemberian suplemen kalsium. Disarankan pula suplementasi vitamin E, dan D. Makan buah dan sayuran setiap hari. Pertahankan Indeks Massa Tubuh antara 18,5 – 25,0 kg/m2 sepanjang hidup. Lakukan aktivitas fisik, semisal jalan cepat paling tidak 30 menit dalam sehari. Hindari kebiasaan merokok.Segera lakukan kolonoskopi dan polipektomi pada pasien yang ditemukan adanya polip. Lakukan deteksi dini dengan tes darah samar sejak usia 40 tahun.

Kamis, 06 September 2012

Mata

Setiap orang pasti pernah mengalami sakit yang satu ini dan memang tidak bisa di pungkiri hampir setiap hari kita mendengar keluhan sakit kepala dari orang-orang di sekitar kita entah itu karena masalah yang ringan seperti ingin mengikuti ujian atau masalah keuangan yang cukup berat. Pemicu nyeri yang ditimbulkan oleh sakit kepala meliputi hampir segala sesuatu yang berkaitan dengan gaya hidup dan lingkungan, yang paling umum adalah karena perasaan tertekan dan stres. Dari penyebab tersebut, maka sakit kepala di bedakan menjadi 4 jenis: · Sakit kepala muscular · Sakit kepala vascular · Traction headache · Sakit kepala karena inflamasi (peradangan). Sakit kepala muskular; disebabkan adanya ketegangan atau kontraksi otot terus menerus pada otot wajah dan leher, sering kali akibat stres atau terlalu lama bekerja di depan komputer. Nyeri yang ditimbulkan umumnya bersifat ringan sampai berat, serta rasanya seperti ada sesuatu yang menekan kepala atau leher. Sakit kepala jenis ini dapat diatasi dengan minum obat penghilang nyeri yang di jual bebas. Sakit kepala vaskular; disebabkan tidak normalnya aliran darah otak. Yang termasuk jenis sakit kepala vaskular adalah migrain, toxic headache atau sakit kepala toksik yang disebabkan oleh demam atau terpapar zat kimia, seperti MSG, pelarut organik. Dan cluster headache, yaitu sakit kepala yang menyerang secara berkelompok selama beberapa minggu dalam sebulan. Sakit kepala jenis ini ditandai dengan rasa nyeri yang intents atau hebat seperti menusuk-nusuk pada salah satu atau kedua sisi kepala. Traction headache; terjadi apabila serabut-serabut saraf tertarik, meregang atau terpindahkan, misalnya dengan menjulingkan mata atau mengernyitkan wajah akibat berkurangnya daya penglihatan. Tumor otak juga dapat menyebabkan traction headache karena tumor tersebut menekan dinding pembuluh darah yang sensitif terhadap nyeri. Ciri-ciri sakit kepala jenis ini adalah adanya sensasi tekanan yang kuat pada kepala. Sakit kepala akibat inflamasi (peradangan); disebabkan adanya iritasi atau infeksi pada pembuluh darah arteri (arteritis) atau saraf di kepala, sinus-sinus, tulang belakang, leher, telinga, atau gigi. Selain arteritis, meningitis yaitu inflamasi pada membran selaput luar otak juga merupakan contoh pencetus jenis sakit kepala ini. Nyeri yang timbul umumnya ringan sampai sedang, bisa periodik dan berkesinambungan, tergantung pada apa penyebabnya. Berikut 7 tips yang dapat membantu meringankan sakit kepala anda: 1. Membuat catatan tentang sakit kepala anda. Sakit kepala memiliki berbagai faktor pencetus. Terkadang makanan tertentu dapat menjadi salah satu penyebabnya, selain itu paparan sinar matahari yang terik dapat pula menjadi penyebab. Nyeri kepala saat menunduk atau bersujud seringkali terkait dengan masalah yang lebih serius. Mencatat hal-hal ini dapat sangat bermanfaat sehingga sakit kepala dapat dihindari dan membantu anda saat berkonsultasi dengan dokter. 2. Mengendalikan stres Faktor stres merupakan penyebab tersering dari sakit kepala. Sistem saraf dalam tubuh manusia memiliki respon yang juga terkait dengan situasi perasaan. Saat stres berlangsung, respon saraf simpatik akan meningkat dan memicu timbulnya sakit kepala. 3. Istirahat yang cukup Kata ‘cukup’ disini sangat penting. Hal ini dsebabkan karena nyeri kepala dapat dicetuskan baik oleh istirahat yang terlalu lama atau juga istirahat yang kurang. 4. Pola makan sehat Mengurangi konsumsi makanan yang memiliki kadar kolesterol tinggi. Dehidrasi atau kekurangan cairan juga dapat memicu munculnya sakit kepala. 5. Olahraga teratur Selain menjaga kebugaran, olahraga yang teratur juga meningkatkan aliran oksigen dalam otak. Hal ini dapat membantu mengendalikan sakit kepala. 6. Minum obat sakit kepala Jika sakit kepala tak tertahankan, anda boleh mengkonsumsi obat analgesik/anti nyeri yang dijual bebas. Walau demikian, penggunaan obat yang berlebihan tidak disarankan. Karena obat-abatan jenis ini mempengaruhi lambung dan fungsi hati. 7. Berkonsultasi dengan dokter Sakit kepala yang berkepanjangan atau berulang secara periodik perlu mendapat pemeriksaan menyeluruh dari dokter. Terkadang fungsi mata yang menurun seperti terdapat rabun atau penglihatan ganda dapat memicu timbulnya sakit kepala berulang.

Selasa, 12 April 2011

cakra cakra dalam tubuh manusia

Di dalam setiap tubuh manusia terdapat jalinan simpul-simpul urat syaraf yang membentuk lingkaran dan menyerupai Cakram yang juga dinamakan CAKRA.
Dengan terbukanya Cakra tersebut, selanjutnya para anggotanya tinggal berlatih merasakan getaran, membangkitkan dan meningkatkan tenaga dalam, belajar menggunakan secara effektif melalui latihan rutin yang diajarkan LSPTD "BENTENG DIRI' .
Setelah dimodifikasi tanpa mempengaruhi makna dan tujuan dari gerakannya masing-masing, sehingga sangat mudah dipelajari, effektif dan tidak ada yang berat. Dengan bertitik awal mulai belajar senam pernafasan ala LSPTD "BENTENG DIRI", dengan Cakra-cakra yang telah terbuka ternyata kemajuan yang diperoleh adalah sangat pesat. TUJUH CAKRA UTAMA Di dalam tubuh manusia Cakra yang telah aktif berguna sebagai kendali, penggerak dan pemberi daya hidup kepada alat-alat organ tubuh manusia.
Juga merupakan lambang pusat energi psikis guna keseimbangan antara ke empat buah fungsi utamanya, yaitu : berfikir, merasakan, sentuhan dan intuisi.

Di dalam tubuh manusia terdapat tujuh Cakra Utama yang merupakan pusat energi psikis, diantaranya :
1. Cakra Dasar (Basic Cakra) Terletak diujung sumsum tulang belakang (dekat tulang Coccygeus), merupakan pusat energi yang dapat menyebar kesetiap Cakra didalam tubuh manusia
2. Cakra Pusar (Navel Cakra) Terletak di daerah pusar.
3. Cakra Pankreas Terletak di daerah Pankreas.
4. Cakra Jantung ( depan dan belakang ) terletak di daerah jantung.
5.Cakra Tenggorokan (Larynx Cakra) terletak di daerah tenggorokan.
6. Cakra Adjnya Terletak didaerah antara kedua alis.
7. Cakra Mahkota terletak di ujung ubun-ubun (Crown Head) yang merupakan pusat inti kesadaran tertinggi di dalam tubuh manusia.

Dasar senam pernafasan LSPTD "BENTENG DIRI" diambil dari Olah Raga biasa, umum dan wajar. Setelah dimodifikasi tanpa mempengaruhi makna dan tujuan dari gerakannya masing-masing, sangat mudah untuk dipelajari, effektif dan tidak berat. Dengan bertitik awal mulai belajar senam pernafasan ala LSPTD "BENTENG DIRI", dengan Cakra-cakranya yang telah terbuka, ternyata kemajuan yang diperoleh sangatlah pesat.

Dalam tempo beberapa bulan saja, terbukti semua anggota LSPM "BENTENG DIRI' merasakan hal-hal sebagai berikut :

a). Kesehatan meningkat.
Sebagai contoh : bagi mereka yang mengidap penyakit Jantung, darah tinggi dan rendah, kepala sering pusing-pusing, stress dan lain-lain, ternyata tidak pernah merasakan kambuh lagi dan bagi yang baru masuk kesehatannya memang baik dirasakan menjadi lebih fit.

b). Merasa aman dan lebih percaya diri.

c). Telah dapat menggunakan tenaga dalamnya antata lain sebagai berikut :
a. Penarikan energi alam semesta.
b. mendeteksi kekuatan (getaran) jarak dekat dan jauh.
c. Mengirim kekuatan (Transfrer Power) jarak dekat dan jauh.
d. Berdiri diatas balok es lebih dari 3 jam tanpa berhenti.
e. Bergelantungan di neon.
f. Menyerang dan bertahan dengan menggunakan tenaga dalam dan lain-lainnya.

Mukjizat Al-Quran Terhadap Organ Tubuh

Tentang mukjizat Al-Quran, Keluarbiasaan Al-Quran sudah banyak sekali dibahas dimana-mana. Membuktikan kitab teragung dan paling sempurna ini bukan sekedar kitab biasa apalagi merupakan buatan manusia.

Al-Quran pun memiliki kekuatan yang terbukti secara ilmiah memberi pengaruh positif bagi kesehatan,
Atikel berikut menjelaskannya,

Pengaruh Qur’an Terhadap Organ Tubuh

[Dievalusi dengan menggunakan perangkat elektronik]
Dr. Ahmad Al-Qadhiy (United States of America)

Ada menyeruak perhatian yang begitu besar terhadap kekuatan membaca Al-Qur’an, dan yang terlansir di dalam Al-Qur’an, dan pengajaran Rasulullah. Dan sampai beberapa waktu yang belum lama ini, belum diketahui bagaimana mengetahui dampak Al-Qur’an tersebut kepada manusia. Dan apakah dampak ini berupa dampak biologis ataukah dampak kejiwaan, ataukah malah keduanya, biologis dan kejiwaan.

Maka, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kami memulai sebuah penelitian tentang Al-Qur’an dalam pengulangan-pengulangan “Akbar” di kota Panama wilayah Florida. Dan tujuan pertama penelitian ini adalah menemukan dampak yang terjadi pada organ tubuh manusia dan melakukan pengukuran jika memungkinkan. Penelitian ini menggunakan seperangkat peralatan elektronik dengan ditambah komputer untuk mengukur gejala-gejala perubahan fisiologis pada responden selama mereka mendengarkan bacaan Al-Qur’an.

Penelitian dan pengukuran ini dilakukan terhadap sejumlah kelompok manusia:
1. Muslimin yang bisa berbahasa Arab.
2. Muslimin yang tidak bisa berbahasa Arab
3. Non-Islam yang tidak bisa berbahasa Arab.

Pada semua kelompok responden tersebut dibacakan sepotong ayat Al-Qur’an dalam bahasa Arab dan kemudian dibacakan terjemahnya dalam bahasa Inggris.
Dan pada setiap kelompok ini diperoleh data adanya dampak yang bisa ditunjukkan tentang Al-Qur’an, yaitu 97% percobaan berhasil menemukan perubahan dampak tersebut. Dan dampak ini terlihat pada perubahan fisiologis yang ditunjukkan oleh menurunnya kadar tekanan pada syaraf secara sprontanitas. Dan penjelasan hasil penelitian ini aku presentasikan pada sebuah muktamar tahunan ke-17 di Univ. Kedokteran Islam di Amerika bagian utara yang diadakan di kota Sant Louis Wilayah Mizore, Agustus 1984.

Dan benar-benar terlihat pada penelitian permulaan bahwa dampak Al-Qur’an yang kentara pada penurunan tekanan syaraf mungkin bisa dikorelasikan kepada para pekerja: Pekerja pertama adalah suara beberapa ayat Al-Qur’an dalam Bahasa Arab. Hal ini bila pendengarnya adalah orang yang bisa memahami Bahasa Arab atau tidak memahaminya, dan juga kepada siapapun (random). Adapun pekerja kedua adalah makna sepenggal Ayat Al-Qur’an yang sudah dibacakan sebelumnya, sampai walaupun penggalan singkat makna ayat tersebut tanpa sebelumnya mendengarkan bacaan Al-Qur’an dalam Bahasa Arabnya.

Adapun Tahapan kedua adalah penelitian kami pada pengulangan kata “Akbar” untuk membandingkan apakah terdapat dampak Al-Qur’an terhadap perubahan-perubahan fisiologis akibat bacaan Al-Qur’an, dan bukan karena hal-hal lain selain Al-Qur’an semisal suara atau lirik bacaan Al-Qur’an atau karena pengetahun responden bahwasannya yang diperdengarkan kepadanya adalah bagian dari kitab suci atau pun yang lainnya.

Dan tujuan penelitian komparasional ini adalah untuk membuktikan asumsi yang menyatakan bahwa “Kata-kata dalam Al-Qur’an itu sendiri memiliki pengaruh fisiologis hanya bila didengar oleh orang yang memahami Al-Qur’an . Dan penelitian ini semakin menambah jelas dan rincinya hasil penelitian tersebut.

Peralatan
Peralatan yang digunakan adalah perangkat studi dan evaluasi terhadap tekanan syaraf yang ditambah dengan komputer jenis Medax 2002 (Medical Data Exuizin) yang ditemukan dan dikembangkan oleh Pusat Studi Kesehatan Univ. Boston dan Perusahaan Dafikon di Boston. Perangkat ini mengevaluasi respon-respon perbuatan yang menunjukkan adanya ketegangan melalui salah satu dari dua hal: (i) Perubahan gerak nafas secara langsung melalui komputer, dan (ii) Pengawasan melalui alat evaluasi perubahan-perubahan fisiologis pada tubuh. Perangkat ini sangat lengkap dan menambah semakin menguatkan hasil validitas hasil evaluasi.
Subsekuen:

1. Program komputer yang mengandung pengaturan pernafasan dan monitoring perubahan fisiologis dan printer.
2. Komputer Apple 2, yaitu dengan dua floppy disk, layar monitor dan printer.
3. Perangkat monitoring elektronik yang terdiri atas 4 chanel: 2 canel untuk mengevaluasi elektrisitas listrik dalam otot yang diterjemahkan ke dalam respon-respon gerak syaraf otot; satu chanel untuk memonitor arus balik listrik yang ke kulit; dan satu chanel untuk memonitor besarnya peredaran darah dalam kulit dan banyaknya detak jantung dan suhu badan.

Berdasarkan elektrisitas listrik dalam otot-otot, maka ia semakin bertambah yang menyebabkan bertambahnya cengkeraman otot. Dan untuk memonitor perubahan-perubahan ini menggunakan kabel listrik yang dipasang di salah satu ujung jari tangan.

Adapun monitoring volume darah yang mengalir pada kulit sekaligus memonitor suhu badan, maka hal itu ditunjukkan dengan melebar atau mengecilnya pori-pori kulit. Untuk hal ini, menggunakan kabel listrik yang menyambung di sekitar salah satu jari tangan. Dan tanda perubahan-perubahan volume darah yang mengalir pada kulit terlihat jelas pada layar monitoryang menunjukkan adanya penambahan cepat pada jantung. Dan bersamaan dengan pertambahan ketegangan, pori-pori mengecil, maka mengecil pulalah darah yag mengalir pada kulit, dan suhu badan, dan detak jantung.

Metode dan Keadaan yang digunakan:
Percobaan dilakukan selama 210 kali kepada 5 responden: 3 laki-laki dan 2 perempuan yang berusia antara 40 tahun dan 17 tahun, dan usia pertengahan 22 tahun.

Dan setiap responden tersebut adalah non-muslim dan tidak memahami bahasa Arab. Dan percobaan ini sudah dilakukan selama 42 kesempatan, dimana setiap kesempatannya selama 5 kali, sehingga jumlah keseluruhannya 210 percobaan. Dan dibacakan kepada responden kalimat Al-Qur’an dalam bahasa Arab selama 85 kali, dan 85 kali juga berupa kalimat berbahasa Arab bukan Al-Qur’an. Dan sungguh adanya kejutan/shock pada bacaan-bacaan ini: Bacaan berbahasa Arab (bukan Al-Qur’an) disejajarkan dengan bacaan Al-Qur’an dalam lirik membacanya, melafadzkannya di depan telingga, dan responden tidak mendengar satu ayat Al-Qur’an selama 40 uji-coba. Dan selama diam tersebut, responden ditempatkan dengan posisi duduk santai dan terpejam. Dan posisi seperti ini pulalah yang diterapkan terhadap 170 uji-coba bacaan berbahasa Arab bukan Al-Qur’an.

Dan ujicoba menggunakan bacaan berbahasa Arab bukan Al-Qur’an seperti obat yang tidak manjur dalam bentuk mirip seperti Al-Qur’an, padahal mereka tidak bisa membedakan mana yang bacaan Al-Qur’an dan mana yang bacaan berbahasa Arab bukan Al-Qur’an. Dan tujuannya adalah utuk mengetahui apakah bacaan Al-Qur’an bisa berdampak fisiologis kepada orang yang tidak bisa memahami maknanya. Apabila dampak ini ada (terlihat), maka berarti benar terbukti dan dampak tidak ada pada bacaan berbahasa Arab yang dibaca murottal (seperti bacaan Imam Shalat) pada telinga responden.

Adapun percobaan yang belum diperdengarkan satu ayat Al-Qur’an kepada responden, maka tujuannya adalah untuk mengetahui dampak fisiologis sebagai akibat dari letak/posisi tubuh yang rileks (dengan duduk santai dan mata terpejam).

Dan sungguh telah kelihatan dengan sangat jelas sejak percobaan pertama bahwasannya posisi duduk dan diam serta tidak mendegarkan satu ayat pun, maka ia tidak mengalami perubahan ketegangan apapun. Oleh karena itu, percobaan diringkas pada tahapan terakhir pada penelitian perbandingan terhadap pengaruh bacaan Al-Qur’an dan bacaan bahasa Arab yang dibaca murottal seperti Al-Qur’an terhadap tubuh.
Dan metode pengujiannya adalah dengan melakukan selang-seling bacaan: dibacakan satu bacaan Al-Qur’an, kemudian bacaan vahasa Arab, kemudian Al-Qur’an dan seterusnya atau sebaliknya secara terus menerus.

Dan para responden tahu bahwa bacaan yang didengarnya adalah dua macam: Al-Qur’an dan bukan Al-Qur’an, akan tetapi mereka tidak mampu membedakan antara keduanya, mana yang Al-Qur’an dan mana yang bukan.

Adapun metode monitoring pada setiap percobaan penelitian ini, maka hanya mencukupkan dengan satu chanel yaitu chanel monitoring elektrisitas listrik pada otot-otot, yaitu dengan perangkat Midax sebagaimana kami sebutkan di atas. Alat ini membantu menyampaikan listrik yang ada di dahi.
Dan petunjuk yang sudah dimonitor dan di catat selama percobaan ini mengadung energi listrik skala pertengahan pada otot dibandingkan dengan kadar fluktuasi listrik pada waktu selama percobaan. Dan sepanjang otot untuk mengetahui dan membandingkan persentase energi listrik pada akhir setiap percobaan jika dibandingkan keadaan pada awal percobaan. Dan semua monitoring sudah dideteksi dan dicatat di dalam komputer.

Dan sebab kami mengutamakan metode ini untuk memonitor adalah karena perangkat ini bisa meng-output angka-angka secara rinci yang cocok untuk studi banding, evaluasi dan akuntabel..
Pada satu ayat percobaan, dan satu kelompok percobaan perbandingan lainnya mengandung makna adanya hasil yang positif untuk satu jenis cara yang paling kecil sampai sekecil-kecilnya energi listrik bagi otot. Sebab hal ini merupakan indikator bagusnya kadar fluktuasi ketegangan syaraf, dibandingkan dengan berbagai jenis cara yang digunakan responden tersebut ketika duduk.
Hasil Penelitian

Ada hasil positif 65% percobaan bacaan Al-Qur’an. Dan hal ini menunjukkan bahwa energi listrik yang ada pada otot lebih banyak turun pada percobaan ini. Hal ini ditunjukkan dengan dampak ketegangan syaraf yang terbaca pada monitor, dimana ada dampak hanya 33 % pada responden yang diberi bacaan selain Al-Qur’an.

Pada sejumlah responden, mungkin akan terjadi hasil yang terulang sama, seperti hasil pengujian terhadap mendengar bacaan Al-Qur’an. Oleh karena itu, dilakukan ujicoba dengan diacak dalam memperdengarkannya (antara Al-Qur’an dan bacaan Arab) sehingga diperoleh data atau kesimpulan yang valid.
Pembahasan Hasil Penelitian dan Kesimpulan

Sungguh sudah terlihat jelas hasil-hasil awal penelitian tentang dampak Al-Qur’an pada penelitian terdahulu bahwasanya Al-Qur`an memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap syaraf. dan mungkin bisa dicatat pengaruh ini sebagai satu hal yang terpisah, sebagaimana pengaruh inipun terlihat pada perubahan energi listrik pada otot-otot pada organ tubuh. dan perubah-perubahan yang terjadi pada kulit karena energi listrik, dan perubahan pada peredaran darah, perubahan detak jantung, voleme darah yang mengalir pada kulit, dan suhu badan.

Dan semua perubahan ini menunjukan bahwasanya ada perubahan pada organ-organ syaraf otak secara langsung dan sekaligus mempengaruhi organ tubuh lainnya. Jadi, ditemukan sejumlah kemungkinan yang tak berujung ( tidak diketahui sebab dan musababnya) terhadap perubahan fisiologis yang mungkin disebabkan oleh bacaan Al-Qur`an yang didengarkannya.

Oleh karena itu sudah diketahui oleh umum bahwasanya ketegangan-ketegangan saraf akan berpengaruh kepada dis-fungsi organ tubuh yang dimungkinkan terjadi karena produksi zat kortisol atau zat lainnya ketika merespon gerakan antara saraf otak dan otot. Oleh karena itu pada keadaan ini pengaruh Al-Qur`an terhadap ketegangan saraf akan menyebabkan seluruh badannya akan segar kembali, dimana dengan bagusnya stamina tubuh ini akan menghalau berbagai penyakit atau mengobatinya. Dan hal ini sesuai dengan keadaan penyakit tumor otak atau kanker otak.

Juga, hasil uji coba penelitian ini menunjukan bahwa kalimat-kalimat Al-Qur`an itu sendiri memeliki pengaruh fisiologis terhadap ketegangan organ tubuh secara langsung, apalagi apabila disertai dengan mengetahui maknanya.

Dan perlu untuk disebutkan disini bahwasanya hasil-hasil penelitian yang disebutkan diatas adalah masih terbatas dan dengan responden yang juga terbatas.
Related Posts:

* Menumbuhkan Semangat Menuntut Ilmu pada Muslimah
* Hadist Lengkap
* Cara Penyelenggaraan Jenazah


Istilah terkait:
mukjizat alquran, ayat alquran tentang kesehatan, mujizat alquran, mukjizat al quran, mukjizat al-quran, kata mutiara alquran, mujijat alquran, bacaan arab, alquran dan kesehatan, jenis organ dalam tubuh manusia, mujizat al quran, ayat Al Quran tentang kesehatan, Al Quran dan Kesehatan, kata mutiara al quran, sebab penyakit pada tubuh menurut islam, bacaan-bacaan alquran yang benar, hadis tentang kesehatan, MUKJIZAT membaca al quran, kata mutiara dari alquran, efek mendengarkan al quran, penelitian tentang alquran, mujizat al-Quran, organ tubuh manusia, alquran elektronik, al-quran dan kesehatan, energi detak jantung, hadist tentang kesehatan, arab syaraf, mukjizat quran, ayat al-quran tentang kesehatan